Hasil tes otomotif, adakah yang kecewa dengan performa 200NS? Bisa diakalinkah?

20130716-142708.jpg
Gambar diambil dari blog iwanbanaran

Menilik dari dua blog otomotif ternama (tmcblog dan iwanbanaran) yang membahas komparasi motor sport 200-225cc oleh tabloid otomotif, menggoda tanurblog untuk ikutan juga hehehe… ;D

Tapi yang ingin dijadikan fokus adalah KP200NS, dimana menurut tanurblog terdapat hasil yang ‘agak’ mengecewakan dari tes komparasi tersebut. Kenapa? Ya tentu saja rada kuciwa, liat saja perbandingan tes akselerasi dimana 200NS tertinggal dibanding Pio, padahal Pio nya dalam keadaan ‘sakit’, gimana dengan Pio yang lagi sehat-sehatnya??? Bisa-bisa 200NS cuma menang dyno, tapi larinya semakin ketinggalan..!!! šŸ˜€

Jika dilihat spek 200NS dari web india sono, terlihat memang 200NS mainnya di putaran atas, wajar kalo topspeednya tertinggi kedua setelah duke200.

20130716-143146.jpg
Sumber: bajajauto

Ada juga tes akselerasinya..

20130716-143252.jpg
Sumber: bajajauto

Bandingkan dengan hasil tes otomotif yang tanurblog ambil dari blog iwanbanaran:

Power: 19,99HP/10.000RPM
Torsi: 15,53Nm/8.600RPM

Tes akselerasi:
0 – 60 kpj: 3,7 detik
0 – 100 kpj: 10,1 detik

Top speed: 129 kpj (angka race logic)

See? Perbedaannya signifikan! Apakah 200NS yang masuk sini ada down grade? Tapi spec list yang dikeluarkan kawasaki soal mesin sama dengan versi india. Mesin masih baru sehingga perlu inreyen? Lah motor lainnya juga sama masih gress karena dipinjam langsung dari ATPM.

Lalu apa? Tanurblog menduga ada beberapa kemungkinan:

Pertama.
200NS yang dipinjamkan kondisinya tidak sehat seperti Pio. Namun jika melihat hasil dynonya tidak ada sesuatu keanehan dari grafiknya, mulus-mulus saja tuh… Atau bisa jadi bensin yang dipake otomotif adalah bensin subsidi premium, dengan mesin kompresi tinggi maka tenaga maksimal 200Ns baru bisa keluar dengan bensin oktan 92 ke atas. Tapi jika ini yang terjadi ya gampang, tinggal setting ulang mesin, karbu, pake pertamax/shell/total beress!!! Calon customer pun hepi 200NS incarannya ternyata ga lemot..!!! šŸ˜€

20130716-143511.jpg
Si gagah 200NS, sayang bener kalo aslinya ‘memble’

Kemungkinan kedua.
Memang seperti itulah 200NS..!!! Power mesin gede, begitu sampe roda eehhh letoy.!!! Artinya antara power mesin dan power di roda terdapat loss yang lumayan, mencapai 13%!!! Beti dengan Pio ‘sakit’ yang lossnya 16%. Sementara Duke dan Tigi masing-masing hanya 4 dan 6%, sangat efisien ni dua motor. Lalu, jika memang begini apa ada cara ngakalinnya? Bukan orang Indonesia namanya kalo ga bisa ngakalin hehehehe… Hal pertama yang terpikir oleh tanurblog adalah terjadi selip kopling yang berlebih pada 200NS, alhasil hantaran tenaga ke roda belakang jadi turun banyak.. Yaah bagi pemilik yang penasaran bisa mencari tau info kampas kopling atau per kopling racing buat 200NS, bisa juga menggunakan kampas kopling ori dari merk lain. Tanurblog melakukan ini pada bebeknya, dengan menggunakan kampas kopling kawasaki AR125, ini adalah motor kencang pada masanya dan ninin150 adalah penerus AR125.

Last, adakah kemungkinan ketiga? Entahlah, tanurblog serahkan pada masbro sajalah hehehe…

Galauu lagiii….. šŸ˜‰

Advertisements

About tanurblog

Trying to be a blogger
This entry was posted in motor, motorcycle and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

23 Responses to Hasil tes otomotif, adakah yang kecewa dengan performa 200NS? Bisa diakalinkah?

  1. nomonikureda says:

    Mesin overbore, kebanyakan menaikkan tenaga lewat kompresi yg lebih tinggi dari mesin overstroke. Nah kalo kompresi dikorbankan (di buat lebih rendah, yg kena duluan adalah torsinya, klo torsinya dah loyo, jangan harap tenaganya juga bisa oke, karena power = torsi x rpm) simpel aja kok penjelasan nya.

    Solusinya, kompresi p200ns di buat setinggi duke 200, biarpun SOHC vs DOHC, tenaga nya ngga akan jauh2 banget. Trust me, it works!

  2. dewa says:

    hasil test cuma untuk tambah2 pengetahuan aja,coba aja 10motor P200NS adu pakai racelogic,nanti hasilnya lain2,cara mengendarai juga, berat pengendara,maksudnya Ninja150 dinaiki orang gendut boncengan diadu dgn orang kurus beda jauh,Tiger berboncengan dgn sendiri beda tipis.

  3. dewa says:

    kalau yg ngetes 75kg keatas yg over bore dirugikan yg overstoke diuntungkan,kalau yg ngetest 50kg kebawah yg overbore diuntungkan yg overstoke dirugikan,kalau test rute tanjakan yg overbore rugi.cuma mengingatkan yg punya warung pasti tahu.

  4. brigade jalan raya says:

    wong duke beratnya paling enteng. itulah bagusnya part alumunium alloy.

  5. dewa says:

    contoh majalah A mengadu CS1 vs Supra125 berat tester sama/orangnya sama 50kg maka start awal CS1 ndak kalah jauh sebentar Supra kesalip,Majalah B berat tester 75kg pakai race logic orang sama,Start awal CS1 keteteran butuh lama baru menang,mister Testo(otomotif) beratnya 78kg.

  6. orang awam says:

    kayaknya kemungkinan kedua lbh masuk akal. yg ditampilkan di web pabrikan biasanya power on crank, padahal hasil tes yg ditunjukkan adalah power on wheel. wajar kalo ada selisih

  7. hanjo says:

    wajar aja msh sesuai spek pabrik. bandingkan dg ninja 150rr klaim 30 ps ternyata cm 22.5 ps sedangkan n250 31 ps ternyata cm 26 ps.
    rece logic dapet 129 km/jam tuh dah kenceng bro.. cb bandingkan ninja 150r yg terkenal kenceng top speed gps cm 138 km/jam. hanya modal knalpot racing n jetting top speed bisa naik 136-138 km/jam lho msh bisa sejajar ninja 150r std

  8. kondom bocor says:

    wes ora percoyo karo tabloid kui,,akeh artikel titipane

  9. alkoksida says:

    dengan harganya yang termasuk murah ( tapi g meriah loh) ya cukup dapat menyenangkanlah dapet kualitas dan pitur serta kemampuan yang disuguhkan. dibanding motor overprett sebelah yang tiap tahunnya ganti baju mulu.

  10. Ok says:

    Yang penting nggak overprice fitur embel-embel.
    Part mahal lagi trauma ane.
    Hemat saya karena ukuran ban depan yang lebih besar dari pulsar series generasi sebelumnya.

  11. kayaknya gak semua hasil pio diambil saat itu om, karena pionya sakit beberapa data diambil dari data test lama pake pio sehat, dan mungkin data akselerasi juga, lagian lumprah kok kalo pio menang akselerasi, gear pio emang diset untuk akselerasi bengis tapi top speed kurang, yg jelas level kegantengan NS ma pio jauuuhhhh.. bagai sang pangeran vs kodok hihihihi..

  12. Farid Maulana says:

    coba ente rasain sendiri naik NS, mungkin NS yg di test ride cacat produk, saya jamin gg mengecewakan, NS aslinya kenceng klo dalam keadaan sehat walafiat saya pernah coba punya temen saya, spek bawaan pabrik, itu lari 100 aja rasanya beda bgt sm lari 100 nya satria saya, NS speedo lebih akurat, klo di bandingin pio sama NS ya jelas NS dong, dr segi tampilan dan mesin jelas NS 100%

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s